Pelaksanaan AMI 2026 di LPM UIN Madura Berlangsung Kondusif dan Progresif
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Kamis, 16 April 2026
- Dilihat 32 Kali
LPM – Upaya mengawal dan memastikan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkesinambungan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura sukses menjalani tahapan Audit Mutu Internal (AMI) 2026. Memasuki hari kedua rangkaian AMI, yakni pada Selasa (14/04/2026), kegiatan audit yang difokuskan pada unit LPM ini berjalan dengan sangat lancar, transparan, dan komprehensif.
Proses asesmen akademik dan manajerial ini dipimpin langsung oleh Dr. Ainul Yakin, M.H.I. selaku Lead Auditor, didampingi oleh Jihan Amalia Syahidah, M.Sos. yang bertindak sebagai Sekretaris Auditor. Kehadiran kedua auditor independen internal ini disambut dengan komitmen penuh oleh seluruh jajaran tim LPM UIN Madura yang hadir secara lengkap dan kooperatif selama proses audit berlangsung.
Selama kurang lebih empat jam proses visitasi dan telaah dokumen, tim auditor melakukan sinkronisasi antara instrumen standar mutu yang telah ditetapkan dengan realisasi kinerja di lapangan. Pendekatan audit dilakukan secara dialogis dan konstruktif, mengedepankan prinsip Continuous Quality Improvement (CQI) atau peningkatan mutu secara berkelanjutan, bukan sekadar mencari kesalahan administratif.
Berdasarkan hasil pemaparan pada sesi penutupan (closing meeting), Dr. Ainul Yakin, M.H.I. menyampaikan apresiasi atas kelengkapan dokumen dan tata kelola yang dijalankan oleh LPM. Tim auditor menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya temuan yang bersifat signifikan atau mayor dalam operasional lembaga tersebut.
"Kinerja LPM UIN Madura patut diapresiasi. Sistem dokumentasi dan evaluasi diri telah berjalan pada jalurnya. Kami hanya menemukan beberapa catatan kecil yang sifatnya closed (selesai/ditutup) karena dapat diklarifikasi dan diperbaiki secara langsung saat proses audit berlangsung," jelas Dr. Ainul Yakin.
Temuan minor yang langsung diselesaikan (closed findings) tersebut dinilai sebagai hal yang lumrah dalam siklus penjaminan mutu akademik. Hal ini justru menjadi indikator positif bahwa tim LPM memiliki tingkat responsivitas dan ketangkasan manajerial yang tinggi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (Kaizen).
Kehadiran formasi lengkap dari tim LPM UIN Madura dalam kegiatan ini juga menunjukkan soliditas serta kesadaran kolektif akan pentingnya budaya mutu (quality culture) di lingkungan kampus. Proses audit ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutinitas tahunan, melainkan menjadi pijakan evaluatif yang strategis bagi LPM UIN Madura dalam merancang, melaksanakan, dan mengawal standar pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (Whd)