Giliran LPM UIN Madura Bedah Mutu Akademik dalam 2nd Surveillance Audit 2026
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Jumat, 22 Mei 2026
- Dilihat 16 Kali
LPM — Lembaga Penjaminan Mutu UIN Madura sukses mempertahankan performa akademiknya dalam ajang 2nd Surveillance Audit. Agenda internasional yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 ini menempatkan LPM sebagai institusi strategis kedua yang diaudit langsung, tepat setelah jajaran Top Management (Rektorat).
Audit krusial yang berlangsung selama 3 jam ini dipimpin oleh pakar manajemen mutu dari Decra Group Indonesia, Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. Menyadari pentingnya momentum ini, tim LPM UIN Madura hadir dengan formasi penuh (full team) untuk mempertanggungjawabkan sekaligus mendiskusikan arah mutu institusi ke depan.
Sebagai motor penggerak mutu pasca-kebijakan strategis diturunkan oleh Rektorat, LPM menyajikan dokumen dan implementasi riil yang komprehensif. Prof. Sugeng Listyo Prabowo melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berbagai instrumen vital yang menjadi pilar akreditasi dan standardisasi 2nd Surveillance Audit 2026.
Beberapa poin substansial yang dikuliti secara akademik dalam audit tersebut meliputi:
Pemutakhiran Visi Misi dan Struktural: Sinkronisasi arah kelembagaan pasca-transformasi agar tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dokumen Mutu & Updating SPMI: Peninjauan berkala terhadap instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai kompas mutu universitas. Konsistensi Siklus PPEPP: Pengujian terhadap kedisplinan institusi dalam menjalankan tahapan Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar pendidikan. Laporan AMI dan RTM: Evaluasi rekam jejak Audit Mutu Internal (AMI) serta output konkret dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam menindaklanjuti temuan lapangan. Daftar Akreditasi & Informasi Serdos: Pemetaan status akreditasi program studi serta validitas data administrasi Sertifikasi Dosen sebagai indikator mutu SDM. Pelaksanaan Standar ISO: Pengujian kepatuhan sistem manajemen terhadap klausul standar mutu internasional yang diadopsi oleh UIN Madura.
Meskipun proses audit dibatasi durasi waktu yang cukup padat selama 3 jam, atmosfer ruang sidang LPM dipenuhi dengan dialektika akademik yang produktif. Prof. Sugeng tidak hanya bertindak sebagai penguji, tetapi juga memberikan wawasan strategis (insight) mengenai bagaimana mengintegrasikan dokumen mutu ke dalam budaya kerja sehari-hari.
"Posisi LPM sebagai unit kedua yang diaudit setelah Top Management menunjukkan peran vitalnya sebagai penerjemah kebijakan menjadi tindakan nyata. Kehadiran tim secara full team membuktikan adanya komitmen kolektif yang kuat untuk menjaga marwah mutu UIN Madura," ujar Prof. Sugeng dalam sesi penutupan audit. (Whd).