LPM UIN Madura Gelar Penyamaan Persepsi Penilaian Beban Kerja Dosen Sister Semester Genap 2025-2026
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Senin, 3 Agustus 2026
- Dilihat 64 Kali
(Pamekasan)-Untuk menjaga objektivitas penilaian Beban Kerja Dosen (BKD) Sister, LPM UIN Madura mengadakan Forum Group Discussion Penilaian Beban Kerja Dosen Semester Genap tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Optimalisasi Pelaksanaan BKD SISTER dan Penguatan Pemahaman Jabatan Akademik Dosen (JAD) dalam Mewujudkan Penilaian BKD yang Objektif, Akuntabel, dan Berkualitas. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, 03 Agustus 2026, di Ruang Ball Room lantai 4, Gedung Rektorat UIN Madura. Acara yang melibatkan asesor BKD Sister UIN Madura ini mendatangkan narasumber andal yaitu Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Negeri Surabaya, Mohamad Sulton Arifin, S.Pd., M.Pd. dan Kasubdit Manajemen dan Layanan SDM Universitas Negeri Surabaya, Joko Yoeliyanto, S.T.
Selaku ketua LPM UIN Madura, Dr. H. Mulyadi, S.S., M.Pd, mengatakan bahwa antara asesor dan asesi merupakan dua hal yang saling membutuhkan. “Keduanya memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Antara asesor dengan asesi saling membutuhkan,”ujar lelaki yang berkacanata ini. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar asesor BKD Sister bisa bekerja dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan.
Selaras dengan hal itu, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd. mengatakan bahwa asesor sangat penting menjaga ritme dan konsistensi saat menilai asesi. Perubahan-perubahan yang ada di kampus ini tidak menyebabkan menurunnya ritme dan konsistensi asesor. “Kita sudah menjadi kampus yang atisipatif untuk menghadapi perubahan-perubahan,” lanjut lelaki penyuka kopi tubruk ini. Pada penyamaan persepsi ini, pihaknya mengharap agar materi yang diberikan narasumber dari Unesa ini akan menjadi penguat dalam melaksanakan tugasnya. Bahkan, pihaknya mengharap agar acara silaturrahim akademik Universitas Negeri Surabaya dengan UIN Madura akan semakin berdampak terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun pengembangan di bidang yang lainnya.
Selain penyampaian materi dari narasumber, acara ini juga diisi acara diskusi terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi asesor saat menilai BKD Sister. Bahkan, asesor juga berdiskusi bagaimana cara menghadapi asesi yang mengerjakan tagihan BKD mendekati dead line yang ditentukan oleh sistem. Dengan adanya acara penyamaan persepsi ini, asesor BKD sister diharapkan bisa bekerja semakin profesional dan tepat waktu. (Suhairi)