Perkuat Tata Kelola Admisi, UIN Madura Ikuti Forum Kepala Admisi PTKIN se-Indonesia
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Selasa, 15 September 2026
- Dilihat 17 Kali
PEKALONGAN – UIN Madura mengikuti Koordinasi Forum Kepala Admisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, 9–11 September 2026. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi nasional untuk memperkuat tata kelola penerimaan mahasiswa baru, pertukaran praktik baik, serta penyusunan strategi bersama pengembangan admisi PTKIN.
Kegiatan diikuti oleh para kepala atau pengelola admisi PTKIN dari berbagai wilayah Indonesia. UIN Madura berpartisipasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan strategi admisi, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku calon mahasiswa, perkembangan teknologi digital, serta dinamika kebijakan penerimaan mahasiswa baru.
Pertemuan dengan Dirjen Pendidikan Islam
Salah satu agenda utama forum adalah pertemuan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan posisi dan pengembangan sistem admisi PTKIN. Pembahasan mencakup posisi PTKIN dalam sistem penerimaan mahasiswa nasional, pembiayaan proses seleksi, penguatan kelembagaan admisi, serta keterlibatan pengelola admisi dalam penyelenggaraan seleksi mahasiswa baru. Forum juga menekankan bahwa admisi tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan musiman yang hanya berlangsung ketika penerimaan mahasiswa baru dibuka. Pengelolaan admisi perlu dilakukan sepanjang tahun melalui strategi komunikasi, pelayanan calon mahasiswa, pemetaan pasar pendidikan, promosi, dan pengelolaan data. Penguatan kelembagaan menjadi salah satu perhatian penting. Perguruan tinggi perlu memiliki unit yang secara jelas menangani admisi agar proses penerimaan mahasiswa dapat dikelola secara terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan.
Data Menjadi Basis Pengembangan Admisi PTKIN
Dalam pertemuan tersebut, data menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian. Forum menilai bahwa PTKIN perlu memiliki data yang kuat mengenai profil calon mahasiswa, potensi pasar, akses pendidikan tinggi, hingga kontribusi PTKIN terhadap perluasan akses pendidikan tinggi nasional.
Data tersebut tidak hanya diperlukan untuk kepentingan internal perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam menyampaikan aspirasi dan usulan kebijakan kepada pemerintah.
Pengelolaan data yang lebih terintegrasi diharapkan dapat membantu PTKIN merumuskan strategi admisi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan berbasis data juga menjadi penting dalam merespons perubahan demografi, perkembangan teknologi, serta persaingan perguruan tinggi yang semakin dinamis.
Forum Admisi Bentuk Kepengurusan Bersama
Selain pertemuan, forum juga menyusun formatur kepengurusan Forum Admisi PTKIN se-Indonesia. Struktur kepengurusan dirancang untuk memperkuat koordinasi antar-PTKIN sekaligus membangun mekanisme kerja bersama dalam menghadapi persoalan admisi.
Kepengurusan forum mencakup unsur pimpinan, sekretariat, bendahara, koordinator bidang, serta koordinator wilayah. Bidang yang dibentuk meliputi advokasi, kajian market dan data, pengembangan potensi PTKIN, serta promosi.
UIN Madura mendapat amanah sebagai bagian dari Bidang Kajian Market dan Data. Peran tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kajian mengenai potensi pasar mahasiswa, pemanfaatan data admisi, serta penyusunan informasi yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bersama.
Sementara itu, koordinasi wilayah dibagi menjadi enam rayon, yakni Sumatera; Jawa Barat-Banten; Jawa Tengah-DIY; Jawa Timur; Kalimantan-Sulawesi; serta Nusa Tenggara-Papua-Maluku.
Susun Program Kerja dan Promosi Bersama
Forum selanjutnya menyusun sejumlah program kerja prioritas. Program tersebut mencakup advokasi kebijakan admisi, kajian market dan data, pengembangan potensi PTKIN, serta promosi penerimaan mahasiswa baru secara bersama dan berbasis wilayah.
Promosi bersama menjadi salah satu gagasan penting untuk memperluas jangkauan informasi mengenai PTKIN. Kolaborasi antarperguruan tinggi diharapkan dapat mengurangi pola promosi yang berjalan sendiri-sendiri dan mendorong terbentuknya strategi promosi yang lebih terkoordinasi.
Forum juga mendorong pemanfaatan media digital dan penguatan pertukaran data antar-PTKIN. Koordinasi berbasis wilayah diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan program promosi bersama sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.
UIN Madura Perkuat Tata Kelola Admisi
Kepala Pusat Admisi dan Hubungan Internasional UIN Madura, Agung Dwi Bahtiar El Rizaq, mengatakan bahwa keterlibatan UIN Madura dalam forum nasional tersebut penting untuk memperkuat tata kelola admisi sekaligus memperluas jejaring kerja sama antar-PTKIN.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sistem admisi PTKIN yang lebih terkoordinasi, berbasis data, dan mampu merespons perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil forum akan menjadi salah satu bahan bagi UIN Madura dalam mengembangkan strategi penerimaan mahasiswa baru dan memperkuat fungsi Pusat Admisi dan Hubungan Internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa admisi tidak berhenti pada proses pendaftaran mahasiswa baru. Admisi harus menjadi proses berkelanjutan yang dimulai dari pemetaan calon mahasiswa, komunikasi, promosi, pelayanan, hingga evaluasi berbasis data,” katanya.
Menuju Kolaborasi Admisi PTKIN
Koordinasi Forum Kepala Admisi PTKIN se-Indonesia di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi pengelola admisi di tingkat nasional.
Konsolidasi forum akan dilanjutkan melalui pertemuan berikutnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pertemuan tersebut direncanakan menjadi momentum pengukuhan kepengurusan sekaligus finalisasi program kerja Forum Admisi PTKIN.
Bagi UIN Madura, forum tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan jejaring baru, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan admisi. Penguatan data, kelembagaan, promosi bersama, dan kolaborasi antar-PTKIN menjadi bagian penting dalam membangun sistem penerimaan mahasiswa yang lebih adaptif dan berkelanjutan.