LPM UIN Madura Gelar FGD Persiapan Sertifikasi Dosen 2026
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Jumat, 14 Agustus 2026
- Dilihat 91 Kali
Pamekasan – Untuk memicu dan meningkatkan kinerja dosen di lingkungan UIN Madura, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Sertifikasi Dosen UIN Madura 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan UIN Madura yang telah mengikuti Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP).
Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Ballroom Lantai 4, Gedung Rektorat UIN Madura, menghadirkan dua narasumber dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni Ummu Shofiyah, M.A., H.K., selaku Kasubtim Ketenagaan Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Nazidatul Inayah, S.T., selaku Tim Teknis Ketenagaan Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para dosen untuk memperoleh informasi secara langsung dan komprehensif mengenai berbagai persiapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi proses sertifikasi dosen. Selain memberikan pemahaman mengenai persyaratan dan mekanisme sertifikasi, forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi dosen untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kendala yang mungkin dihadapi dalam proses pengajuan sertifikasi.
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Madura, Dr. H. Buna’i, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa forum diskusi ini merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi secara komprehensif kepada dosen yang ingin mengajukan sertifikasi. Dengan adanya pemahaman yang baik sejak awal, diharapkan proses pengajuan sertifikasi dosen dapat berjalan dengan lancar.
Menurutnya, sertifikasi dosen tidak semata-mata dipandang sebagai pemenuhan aspek administratif maupun peningkatan kesejahteraan dosen, tetapi harus menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme dan kualitas kinerja dosen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir pada acara ini. Kami mengharap, setelah Bapak dan Ibu dosen ini lulus sertifikasi, Bapak dan Ibu bisa meningkatkan kinerja sebagai ASN di lingkungan UIN Madura,” ujar Dr. H. Buna’i, S.Ag., M.Pd.
Lebih lanjut, ia berharap para dosen yang nantinya dinyatakan lulus sertifikasi dapat menunjukkan peningkatan kinerja secara berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Peningkatan kinerja tersebut dinilai penting karena secara langsung maupun tidak langsung akan berkontribusi terhadap peningkatan mutu akademik UIN Madura.
Ia juga menegaskan bahwa kinerja dosen memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan mutu program studi. Produktivitas dan profesionalitas dosen, baik dalam menghasilkan publikasi ilmiah, melaksanakan penelitian dan pengabdian, maupun meningkatkan kualitas pembelajaran, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pencapaian standar mutu dan akreditasi program studi di UIN Madura.
“Ini juga akan berdampak terhadap akreditasi program studi yang ada di Kampus Taneyan Lanjhang. Karena itu, sertifikasi jangan hanya dipahami sebagai sebuah proses untuk mendapatkan pengakuan profesional, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kinerja,” tambahnya.
Sementara itu, melalui forum tersebut, para narasumber memberikan penjelasan mengenai tahapan persiapan sertifikasi dosen, kelengkapan administrasi, ketentuan yang harus dipenuhi, serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan oleh calon peserta sertifikasi dosen. Penyampaian materi juga disertai dengan sesi diskusi sehingga peserta dapat memperoleh penjelasan secara lebih detail terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Kegiatan FGD ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan para dosen UIN Madura dalam mengikuti proses sertifikasi dosen tahun 2026. Dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman yang lebih baik terhadap ketentuan sertifikasi, para dosen diharapkan dapat memenuhi seluruh persyaratan secara tepat dan optimal.
Bagi LPM UIN Madura, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen dalam mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik. Sertifikasi dosen diharapkan tidak berhenti pada pencapaian status profesional, tetapi menjadi pemicu peningkatan budaya mutu, produktivitas akademik, dan profesionalisme dosen secara berkelanjutan.
Dengan demikian, keberhasilan para dosen dalam mengikuti sertifikasi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas program studi dan institusi UIN Madura secara keseluruhan. (Suhairi)